MIND MAP ATAU PETA PIKIRAN
Mind map, atau peta pikiran teknik mencatat kreatif dengan memanfaatkan bagaimana otak bekerja. Dengan cara ini, kita membuat catatan yang menghubungkan satu informasi dengan informasi lainnya disertai gambar dan warna untuk membantu asosiasi.
Teknik menggunakan peta pikiran dipopulerkan oleh Tony Buzan, seorang ahli di bidang pendidikan.
Pernahkah ketika mendengar kata jeruk yang terbayang di benak Anda adalah huruf-huruf
J-E-R-U-K? Kecil kemungkinan hal itu yang Anda bayangkan. Demikianlah dalam Mind Mapping, Anda cukup menuliskan kata kunci yang mewakili dan gambar yang paling sesuai dengan asosiasi dan preferensi Anda.
Dalam membuat Mind Mapping juga disarankan menggunakan warna. Cara ini akan mempermudah Anda untuk menyusun pokok pikiran yang berbeda serta memperkuat efek asosiasi yang dibentuk oleh kata kunci-gambar-warna
Membuat Catatan Mind Map
§ Kertas putih bersih. Disarankan menggunakan kertas yang cukup lebar kira-kira ukuran A4. Jangan gunakan kertas bergaris karena akan mengganggu gambar yang Anda buat
§ Pensil, spidol warna-warni
§ Kreativitas dan imajinasi Anda
§ Pada contoh berikut saya mencoba merangkum buku berjudul “The Ultimate Book of Mind Map” setebal 230 halaman karangan Tony Buzan.
§ Maka langkah yang harus dilakukan adalah:
a) Tulis judul di tengah-tengah kertas dan beri gambar yang sesuai untuk memudahkan mengingat judul tersebut
b) Buat cabang utama terkait topik tadi misalkan apa definisi mind map, bagaimana otak bekerja, apa itu kesuksesan, latihan apa yang bisa dilakukan dan bagaimana aplikasinya.
c) Teruskan dengan membuat cabang-cabang utama lainnya dan gunakan warna berbeda.
d) Ingat beri label setiap cabang hanya dengan kata kunci saja. Semakin sedikit semakin baik. Anda mencatat bukan untuk menghafal melainkan untuk memahami dengan bahasa Anda sendiri.
e) Selanjutnya dari tiap cabang buat sub cabang untuk hal-hal yang saling berhubungan.
f) Gunakan garis-garis lengkung dan alur yang nyaman buat Anda. Tidak ada aturan khusus dalam membuat mind mapping sebab Anda-lah sang seniman.
g) Jika ada hal-hal yang berhubungan pada sub yang berbeda, Anda bisa menarik garis sebagai pengingat adanya kaitan antara kedua hal tersebut.
-Selesai-
TIPS
MEMBACA AGAR MENYENANGKAN
Konsentrasi
Banyak orang menganggap bahwa berkonsentrasi atau
memusatkan perhatian pada suatu hal adalah pekerjaan berat dan sulit dilakukan.
Apalagi orang berada di tengah himpitan pekerjaan dan kesibukan yang tidak
sedikit. Tak heran, perhatian orang sering lari tak karuan ke beberapa hal.
Jika anggapan ini masih tetap dipertahankan, kemungkinan besar hasilnya tidak
seberapa. Jika Anda membaca buku, tetapi pada saat yang sama konsentrasi Anda
terbang ke mana-mana, isi atau pesannya tak akan kuat melekat. Anda mesti ingat
baik-baik bahwa berkonsentrasi berarti memusatkan kesadaran. Untuk bisa
memahami isi sebuah buku, Anda mesti bisa sadar pada apa yang sedang Anda baca.
Itu harus.
Hasrat dan gairah
Untuk bisa tenggelam dan kemudian betah pada
halaman-halaman buku, Anda harus punya hasrat dan gairah yang besar. Hasrat
untuk memahami isinya dan gairah untuk meraup ilmu dan pengetahuan. Tanpa kedua
elemen kunci ini, Anda hanya akan membuang-buang waktu. Tanpa kedua sukma
membaca ini, Anda tak ubahnya patung di tengah lautan kalimat, kata, huruf, dan
angka yang terbuka lebar. Hasrat dan gairah yang besar akan melecut semangat
Anda untuk "menghabisi" isi buku dalam batas waktu tertentu.
"Menghilangkan" suara batin
Anda pasti sering berhadapan dengan godaan dari dalam
hati. Baru saja beberapa halaman Anda lewati, muncul suara batin yang menggoda
Anda untuk mengalihkan perhatian ke hal-hal lain di luar buku atau tema yang
sedang Anda hadapi. Suara batin seperti itu jelas menghambat gerak mata dan
kecepatan pikiran Anda. Tak heran, Anda bisa menghabiskan satu atau dua jam di
atas satu atau dua halaman buku. Supaya Anda tidak tergoda, apalagi terjebak,
Anda harus bisa "menghilangkan" suara itu. Salah satu cara sederhana
adalah meyakinkan diri bahwa sekarang adalah saat untuk membaca buku dan
mengerti persoalan dan bukannya berkhayal. Usaha ini jelas tak sekali jadi.
Butuh keberanian yang besar, kehendak yang kuat dan latihan yang terus menerus.
Gunakan jari sebagai penunjuk
Salah satu cara sederhana untuk menghilangkan suara batin
dan mempertahankan konsentrasi adalah melibatkan jari tangan sebagai penunjuk.
Banyak orang mungkin beranggapan bahwa campur tangan jari ketika membaca dapat
mengganggu konsentrasi. Padahal, gerakan jari tangan justru merangsang
kesadaran dan konsentrasi Anda untuk terlibat penuh dan terarah pada halaman
dan barisan kalimat yang sedang Anda hadapi. Gerakan jari tangan bisa membuat
Anda tetap fokus dan berada dalam kecepatan membaca yang konstan.
Warnai dengan stabilo
Selain dengan jari tangan, trik sederhana lain yang bisa
Anda gunakan adalah mewarnai kalimat, frasa atau kata dengan stabilo atau
spidol. Kata, kalimat, klausa atau frasa yang digarisbawahi mesti penting dan
punya arti. Mengapa? Tidak semua kata atau kalimat dalam buku atau halaman yang
dibaca itu penting. Bisa jadi banyak kata atau kalimat yang menjadi penjelasan
atau penjabaran lebih lanjut. Di sini Anda ditantang untuk menemukan inti yang
tepat. Frasa, kata atau kalimat yang digarisbawahi berguna sebagai benang merah
atau penuntun untuk mendapatkan idenya. Jika perlu, gunakan satu atau dua warna
untuk membedakan makna dan arti.
Maju terus
Kadang-kadang, ketika Anda sedang membaca sebuah kalimat,
Anda merasa ingin membaca keterkaitannya dengan kalimat sebelumnya. Ada baiknya demikian.
Tapi jika Anda tetap berpegang pada prinsip itu, Anda tak akan maju-maju. Yang
harus Anda lakukan adalah maju terus. Baca terus. Pasti ada penjelasan di depan
yang mempertahankan laju pemikiran Anda. Biarkan saja kalimat yang telah Anda
lewatkan dan tetaplah fokus untuk membaca bagian selanjutnya.
Yang penting adalah idenya
Seorang penulis pasti tidak ingin memamerkan keindahan
kata atau kalimatnya. Yang ia tunjukkan pasti idenya. Dan ide inilah yang harus
Anda jadikan hal penting. Karena itu, ketika Anda membaca buku, tangkap dan
pahami idenya. Dengan demikian, Anda tidak perlu penghapal barisan kalimatnya.
Yang Anda butuhkan adalah pemadatan idenya dalam satu atau dua kalimat. Itu
yang penting.
Lompati hal yang tidak menarik
Tidak semua yang ditulis itu perlu diingat. Tidak semua
pokok bahasan yang diulas itu penting. Bisa juga ulasan atau rentetan kalimat
yang panjang itu hanyalah permainan bahasa semata. Karena itu, lewati saja
bagian-bagian yang tidak penting. Itu sebabnya minat yang tadi muncul menjadi
sangat bermanfaat di sini.
Setengah jam, setengah jam
Tidak disarankan untuk membaca dua jam penuh sekaligus.
Lebih baik dibagi empat sesi, di mana masing-masing sesi berlangsung selama 30
menit plus istirahat 5-10 menit. Menurut penelitian tentang cara kerja otak,
otak manusia memiliki kemampuan menerima informasi yang penuh (100 persen)
ketika pertama kali membaca. Kemampuan ini akan terus berkurang selama proses
membaca. Jeda itu bisa Anda gunakan untuk meneguk segelas air putih, mendengarkan
musik, jalan-jalan sebentar atau relaks sejenak.
Membuat peta pikiran (Mind Mapping)
Ini adalah teknik meringkas suatu tema atau pokok pikiran
yang ada di dalam buku. Awali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah
halaman kertas kosong, lalu kembangkan seperti sebuah pohon dengan banyak akar.
Akar-akar itu adalah penjabaran atau subtema. Dengan cara seperti itu, pikiran
Anda akan tertata mengikuti pokok pikiran buku yang sedang Anda baca.
Sekelompok kata atau kalimat
Coba tangkap sekelompok kata dengan mata Anda setiap kali
menggerakannya. Jangan tergoda untuk membaca kata per kata atau kalimat per
kalimat. Untuk buku-buku berbahasa Indonesia, Anda hanya perlu
menggerakkan sekali mata pada setumpuk kata atau kalimat. Demikian pun untuk menerjemahkan
kata demi kata. Tangkap sekelompok kata atau sebaris kalimat dan pahami isinya.
Itu sudah sangat membantu


Saya uda pernah mencoba mengunakan metode Mind Mapping.luar biasa sangat membantu ketika ujian.ayo cobalah.ikuti aja materi ini.siip...
BalasHapusKami baru belajar.. serasa sedikit sulit
BalasHapusKami baru belajar.. serasa sedikit sulit
BalasHapus