Mengenal Diri Sendiri
Pengenalan diri adalah sebuah tantangan
berkesinambungan. Itu juga yang menjadikannya menyenangkan. Mengenal diri
adalah perkara menjelajahi siapa kamu: apa yang kamu suka, apa yang tidak kamu
suka, apa yang kamu inginkan, apa yang kamu rasakan, apa yang kamu percayai,
apa yang kamu bela, dan apa yang menurutmu bisa kamu berikan pada dunia.
Semua manusia, di setiap saat, senantiasa
bertumbuh, mendapatkan pengalaman-pengalaman baru, mempelajari hal-hal baru dan
terus berubah luar dan dalam. Pengenalan diri seperti ini membutuhkan waktu
yang tidak singkat.
Pengenalan diri dimulai dengan evaluasi diri,
yaitu introspeksi terhadap diri dan kehidupanmu. Ajukan pertanyaan-pertanyaan
ini kepada dirimu: Apa kualitas terbaikku? Apa yang baik bagiku dan hal apa
yang harus aku tingkatkan? Apa harapan dan impianku? Apa yang membuatku
bahagia? Apa yang ingin benar-benar aku pelajari? Sasaran-sasaran jangka
pendekku? Sasaran-sasaran jangka panjang? Apa yang telah kupelajari dari masa
lalu? Bagaimana perasaanku sekarang dan mengapa? Bagaimana mengekspresikan
perasaan-perasaanku? Hal-hal apa yang aku percayai, mengapa? Apa yang
sungguh-sungguh kupedulikan, mengapa? Siapa yang benar-benar penting bagiku,
mengapa? Adakah hal-hal yang ingin kuubah di dunia ini, atau di lingkunganku,
atau dalam kehidupanku? Apakah aku memperhatikan bagaimana perasaanku tentang
berbagai hal, kegiatan, dan orang?
Ada banyak pertanyaan
lain yang dapat kamu ajukan. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak ada habis-habisnya.
Pikirkanlah jawabannya… Atau kamu bisa menuliskan jawaban-jawabannya pada
catatan harian atau jurnalmu, agar dapat lebih seksama memikirkannya. Ajukan
juga pertanyaan-pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda –sebulan lagi,
enam bulan lagi, atau di awal tahun. Sebagian jawabanmu mungkin saja berubah.
Setelah kamu memikirkan semua jawabannya, kamu
akan menemukan betapa kaya kehidupan batiniahmu. Segala yang kamu
sadari, kenangan tertentu, ide tertentu, sensasi, persepsi, angan-angan dan
apapun yang kamu temukan dalam proses introspeksi ini, itulah kekayaan
batiniahmu. Ibarat samudera yang paling dalam, besar, dan kaya, penuh dengan
kehidupan, dan segala macam hal yang bisa kamu kagumi. Kehidupan batiniahmu
bisa menjadi sumber ide, impian, inspirasi, jawaban dan kreativitas. Bagi kita
yang beragama tentunya, agama telah mengajarkan dan mengutamakan nilai
Kecerdasan Memahami Diri Sendiri ini.
Sisihkan waktu tertentu secara berkala untuk
menyendiri. Itu akan sangat membantu menjelajahi kekayaan batinmu. Gunakan
waktu kesendirianmu itu untuk berkhayal, berpikir, menulis, menggambar,
berjalan, mengerjakan hobi, atau kegiatan apapun yang membantumu mengembangkan
kecerdasan memahami dirimu.
Orang yang cerdas memahami diri sendiri biasanya
seorang yang mandiri. Mereka suka mengerjakan segalanya sendirian dan menikmati
kesendirian mereka. Mandiri itu baik, karena itu berarti kamu menghargai
pemikiran serta idemu sendiri. Tapi terkadang cara berpikir orang yang mandiri
seperti itu bisa mengejutkan orang lain. Orang mungkin tidak langsung memahami
kamu atau sasaran-sasaranmu. Tidak ada salahnya kalau impian dan sasaranmu
berbeda dari orang lain. Kalau kamu mmpunyai impian atau ide yang istimewa,
perhatikan itu dan lihatlah ke mana itu membawamu. Yakinlah bahwa Kecerdasan
Memahami Diri Sendiri akan membawamu ke berbagai tempat dalam kehidupanmu.
Memahami Perasaan-perasaanmu
Apa yang sedang kamu rasakan saat ini? Aneh? Tidak
bisa konsentrasi? Bersemangat? Khawatir? Atau yang lainnya. Indikator
penting dari Kecerdasan Memahami Diri Sendiri adalah menyadari serta
memahami perasaan-perasaanmu. Hal ini bisa membantumu merasa lebih baik dan
lebih memahami segala yang terjadi dalam kehidupanmu. Memahami perasaanmu
menjadikan kamu bisa menyikapinya dengan baik, sehingga perasaan yang positif
(senang, sukses meraih sasaran) bisa kamu manfaatkan sebaik-baiknya dan
perasaan yang negative menjadi lebih mudah ditangani.
Ilustrasi:
Emosi mana saja dari yang berikut ini yang kamu
rasakan seharian ini…
PERCAYA DIRI. MALU-MALU. SHOCK. KESEPIAN. CEMAS.
BOSAN. TERKEJUT. CEMBURU. MALU. HATI-HATI. SENANG. PUSING. MARAH. KETAKUTAN.
DAMAI. AGRESIF. BANGGA. FRUSTRASI. MAWAS DIRI. BERANI. TERTEKAN. BERSALAH.
CURIGA. SERAKAH. BERSEMANGAT. PEDULI. MENGASIHI. ANEH. INGIN TAHU. AMAN.”
Renungkanlah dimana dan kapan kamu merasakan
emosi-emosi tersebut? Adakah emosi yang sering kamu rasakan yang tidak
terdaftar di atas? Apa saja?
Nah, pertanyaannya, mengapa merenungkan perasaan
itu penting? Karena, dengan memahaminya, itu bisa membantumu mengekspresikannya.
Dan mengekspresikannya bisa membantumu menanganinya. Umpamanya, kalau
kamu bersemangat, kamu bisa menemukan cara-cara untuk membuat orang lain
bersemangat juga. Kalau kamu sedang patah semangat, kamu bisa mempertimbangkan
apa yang dapat kamu lakukan untuk membuatmu merasa lebih baik: berbicara kepada
seorang teman, menulis jurnal, menghabiskan waktu di luar, atau apa pun yang
menurutmu bisa menjadikanmu lebih baik.
Kalau kamu bisa memahami perasaanmu, kamu juga
akan lebih bisa memahami perasaan sesamamu. Ketika kamu bertanya pada dirimu,
“Bagaimana perasaanku seandainya hal ini terjadi padaku?”, kamu sedang
menggunakan Kecerdasanmu Memahami Diri Sendiri untuk menunjukkan empati.
Empati membantumu lebih damai dengan sesama.
Banyak orang marah, frustrasi, ketakutan, atau
gelisah, dan mereka bahkan tidak mengetahuinya! Mereka terus saja merasa tidak
enak tanpa mengetahui alasannya dan tidak bisa berbuat banyak tentang hal itu.
Jika kamu pandai mengenali apa yang kamu rasakan dalam hati, akan lebih mudah
bagimu mengenal perasaan-perasaan negative tersebut. Dan tentu saja itu
memudahkanmu untuk menangani emosi-emosi tersebut tanpa melampiaskannya
terhadap sesama atau membiarkan perasaan-perasaanmu menghambat impian serta
sasaranmu.
Orang Yang Cerdas Memahami Diri Sendiri tahu
bagaimanan cara menggunakan “peralatan” emosional mereka atau hal-hal yang
dapat membantu mereka menangani situasi-situasi sulit untuk merasa lebih baik.
Ada banyak peralatan/hal
yang bisa kamu gunakan/lakukan untuk membantumu memahami serta menangani
emosi-emosimu. “Peralatan” yang berbeda-beda ini bisa efektif pada saat yang
berbeda-beda.
Apa sajakah hal-hal tersebut? Ini dia… Menulis
jurnal. Berolahraga. Menemukan seseorang kepada siapa kamu bisa berbicara.
Melakukan sesuatu yang kreatif. Bermurah hati terhadap diri sendiri. Pergi ke
tempat sunyi jika sedang perlu menenangkan diri atau merenungkan sesuatu.
Mengetahui kapan kamu membutuhkan pertolongan orang dewasa dan di mana.
Mempelajari latihan relaksasi atau meditasi. Gunakan apa yang membuatmu nyaman
ketika kamu membutuhkannya.
Meraih Sasaran-sasaranmu
Cerdas Memahami Diri Sendiri adalah kunci sukses
terbesar. Cerdas Memahami Diri Sendiri menuntunmu pada penemuan-penemuan
tentang dirimu. Penemuan-penemuan diri ini bisa membantumu belajar
“lebih cerdas” seumur hidupmu. Bisa membangun kekuatan-kekuatanmu serta
meningkatkan kelemahan-kelemahanmu, inilah yang dimaksud Cerdas Memahami
Diri Sendiri. Jika kamu bisa mengasah intelijensi ini dengan baik, kamu
bisa membangun diri yang lebih baik.
Mau tahu cara terbaik untuk meningkatkan
kehidupanmu dan meraih masa depan lebih cerah? Salah satu caranya adalah dengan
menetapkan sasaran (dan tentu saja meraihnya!).
Luangkanlah waktu sejenak untuk menggunakan
Kecerdasanmu Memahami Diri Sendiri sekarang juga. Renungkanlah kemana kamu
menuju dalam kehidupan ini. Apa yang ingin kamu perbuat tahun depan? Bagaimana
dengan setahun setelah itu? Bagaimana dengan lima tahun lagi, atau 10 tahun lagi? Mungkin
kamu tidak perlu merencanakan semuanya sekarang juga. Tetapi setidaknya kamu
bisa mulai lebih sering memikirkannya. Masa depanmu tergantung kepadamu
sendiri, dan menetapkan sasaran akan membantumu untuk sampai ke sana.
Hal-hal yang perlu kamu perhatikan dalam menulis
sasaran-sasaran itu adalah: Mulailah dengan menetapkan sasaran yang lebih kecil
(jangka pendek). Setelah sukses dengan sasaran-sasaran kecil, kamu akan lebih
percaya diri untuk menghadapi sasaran-sasaran yang lebih besar dan menantang;
Tetapkan sasaran untuk hal-hal yang benar-benar kamu pedulikan; Pastikan
sasaran-sasaranmu itu realistis. Kalau sasaran-sasaranmu terlalu besar untuk
diraih sekarang, lakukanlah secara bertahap; Sasaran itu hendaknya menantang,
mendorongmu untuk bertumbuh dan belajar. Kalau sasaranmu terlalu mudah, kamu melewatkan
peluang untuk merasakan kepuasan ketika meraihnya. Tetapi ketika kamu berhasil
meraih sasaran yang kamu upayakan dengan kerja keras, kepercayaan dirimu akan
meningkat; Tetapkan sasaran-sasaranmu dengan spesifik. Jabarkan sebuah sasaran
menjadi langkah dan tindakan-tindakan yang perlu kamu ambil, termasuk kapan
kamu ingin meraih sasaranmu itu serta cara-cara kongkrit untuk meraihnya.
Gunakan sasaran-sasaranmu untuk membantumu meraih
impian-impianmu. Terkadang orang yang Cerdas Memahami Diri Sendiri mempunyai
impian yang belum tentu dipahami (mungkin malah diolok) oleh orang di
sekeliling mereka. Mungkin kamu mempunyai ide tentang suatu penemuan baru untuk
mendaur ulang sampah menjadi enerji atau kamu ingin menulis buku paling laris.
Mewujudkan penemuan tersebut atau menulis buku tersebut mungkin tampaknya kecil
kemungkinannya tercapai sekarang, tetapi itu adalah impian yang bisa kamu
cita-citakan, terlepas dari apa kata orang. Banyak orang yang Cerdas Memahami
Diri Sendiri meraih hal-hal yang mengagumkan karena mereka percaya kepada diri
sendiri.
Tetapi.., bagaimana seandainya kamu tidak bisa
meraih sasaran-sasaran yang telah kamu tetapkan? Bagaimana seandainya kamu
sudah berusaha keras tetapi tidak meraih persis seperti yang kamu inginkan?
Ketika kamu tidak berhasil meraih sebuah sasaran, janganlah bersikap terlalu
keras terhadap dirimu. Ambillah waktu untuk merenungkan sasaranmu dan mengapa
kamu tidak meraihnya.
Suatu bagian yang sangat penting dari
Kecerdasan Memahami Diri Sendiri adalah menggunakan pemahaman dirimu untuk
meningkatkan kehidupanmu. Ketika kamu menyadari kekuranganmu pada suatu bidang,
kamu bisa berbuat sesuatu yang positif untuk meningkatkannya. Keberanian
mengakui serta menerima kekurangan itupun merupakan bagian dari Kecerdasan Memahami
Diri Sendiri.
Yang terpenting bukanlah bahwa kamu selalu
mendapatkan segalanya benar atau sukses, melainkan bahwa kamu dapat belajar
dari kesalahan atau kegagalanmu. Kamu bisa belajar sama banyaknya dari
kegagalanmu seperti dari suksesmu, bahkan terkadang lebih. Kalau kamu Cerdas
Memahami Diri Sendiri, kamu bisa mengambil apa yang kamu pelajari dan kamu
gunakan itu untuk mengadakan perubahan-perubahan yang positif.
Menetapkan sasaran artinya Cerdas Memahami Diri
Sendiri, bahwa kamu memikirkan masa depanmu, berusaha meningkatkan diri, dan
membuat impianmu menjadi kenyataan.
Cara-cara Menyenangkan untuk Menjadi
Lebih Cerdas Memahami Diri Sendiri
Berikut adalah cara-cara untuk mengembangkan serta
menikmati Kecerdasanmu Memahami Diri Sendiri cobalah kegiatan yang mana pun
yang menarik bagimu…
1 – Tanyakan kepada diri sendiri, “Siapakah aku?”
Di atas kertas, tulislah “Siapakah aku?” Tulislah jawaban sebanyak mungkin.
Sebutkan kesukaan dan ketidak sukaanmu, hobi-hobimu, dan apapun yang muncul di
benakmu. Jawablah sedetail mungkin. Pergunakanlah waktu selama yang kamu
butuhkan, dan juga kertas sebanyak yang kamu butuhkan.
2 – Tulislah jurnal. Tuliskan perasaan-perasaanmu,
ide, kenangan, atau apa pun yang kamu pikirkan. Tulislah puisi atau
menggambarlah dalam jurnalmu jika kamu mau. Ingatlah, itu adalah jurnalmu dan
kamu tidak perlu menunjukkannya kepada siapa pun juga.
3 – Buatlah daftar hal-hal yang menjadi
kemahiranmu. Lalu buatlah daftar hal-hal yang kamu mau menjadi kemahiranmu.
Berdasarkan kedua daftar tersebut, buatlah sebuah daftar sasaran bagi dirimu.
4 – Tetapkanlah sasaran bagi dirimu sendiri.
Pilihlah waktu yang teratur setiap harinya, setiap minggunya, atau setiap
bulannya, untuk menetapkan sasaran-sasaran spesifik yang ingin kamu raih dalam
kurun waktu tertentu. Tetapkanlah sasaran-sasaran yang yang bisa kamu upayakan.
Kalau terlalu mudah, kamu tidak akan merasa berprestasi ketika meraihnya. Kalau
terlalu sukar atau bahkan mustahil, kamu akan merasa frustrasi dan marah karena
tidak mengalami kemajuan. Pada batas waktu yang telah kamu tetapkan,
evaluasilah prestasmu dalam meraih sasaran-sasaran tersebut, lalu tetapkanlah
sasaran-sasaran baru.
5 – Susunlah otobiografimu. Tulis atau ciptakan
kisah kehidupanmu. Kamu bisa menggunakan gambar, lukisan, music, atau menulis
serta mempertunjukkan drama atau menciptakan komik.
6 – Ciptakan diri. Gunakan gambar-gambar dari majalah, foto, atau
bahan-bahan seni seperti spidol atau bahan mengkilap untuk menciptakan collage
yang mengekspresikan siapa kamu. Kamu bisa menempelkan berbagai objek pada
collage-mu, seperti manic-manik, bulu, atau mobil-mobilan dan menjadikan
collage-mu 3-D. collage-mu bisa mencakup gambar orang, benda, atau kegiatan
yang kamu sukai, atau gambar serta objek dari apa yang kamu ingin perbuat di
masa depan atau amal yang penting bagimu. Kemungkinannya tiada batasnya, sama
seperti dirimu!
7 – Ingatlah mimpi-mimpimu.
8 – Renungkan harimu. Di akhir setiap hari, renungkanlah hal-hal
besar yang terjadi, apa saja yang tidak berjalan lancar apa saja yang kamu
pelajari, bagaimana kamu bisa meningkatkan segalanya di masa depan. Tulislah
tiga hal yang kamu syukuri atau yang membuatmu senang hari itu.
9 – Belajarlah bermeditasi.
10 – Periksalah “kotak peralatan” Kecerdasan Memahami Diri Sendiri.
Buatlah daftar ‘peralatan’ yang kamu punyai untuk membantumu ketika menghadapi
masalah serta penyebab stress. (Lihat uraian sebelumnya tentang peralatan untuk
membantumu memahami perasaan-perasaanmu).
11 – Bacalah buku-buku pengembangan diri. Banyak buku-buku tentang
orang-orang yang Cerdas Memahami Diri Sendiri, yang melakukan hal-hal penting
berkat kekuatan kepercayaan pibadi mereka. Buku-buku ini bisa mencakup tulisan
atau biografi orang-orang seperti Mahatma Gandhi, Martin Luther King, Rosa
Parks, Gloria Steinem, atau Eleanor Roosevelt.
12 – Lakukanlah sesuatu yang kamu cintai. Luangkan waktu setiap
harinya atau setiap minggunya untuk melakukan sesuatu yang kamu cintai. Entah
hobi, bekerja sukarela untuk amal yang kamu pedulikan, atau mempelajari hal-hal
baru yang mengundang rasa ingin tahumu.
13 – Lakukan sesuatu yang penting bagimu. Mungkin kamu bisa
menemukan sesuatu untuk memecahkan masalah umum, atau mungkin kamu bisa memulai
suatu bisnis berdasarkan salah satu idea tau penemuanmu. Atau mungkin kamu bisa
menemukan persoalan yang kamu pedulikan –orang-orag yang tidak mempunyai tempat
tinngal, orang-orang yang buta huruf- dan mengupayakan perubahan secara local
maupun global dengan bekerja sukarela, membuat petisi atau membangun situs web
untuk hal-hal yang kamu pedulikan.
Adapted from: You’re Smarter Than You Think. Panduan Menuju Multiple Intelijensi Bagi Anak-anak. By Thomas
Armstrong, Ph.D. Penerbit Interaksara.
Saat ini terdapat 1.100 juta penghisap rokok di dunia yang 45% masih pelajar. Tahun 2025 diperkirakan akan bertambah hingga mencapai 1.640 juta remaja. Setiap tahunnya, diperkirakan 4 juta orang meninggal dunia karena kasus yang berhubungan dengan tembakau. Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1999, sekitar 250 juta anak-anak di dunia akan meninggal karena tembakau apabila konsumsi tembakau tidak dihentikan secepatnya.
Menurut survei di beberapa SMP di Jakarta, setiap siswa di sekolahnya mulai mengenal bahkan mencoba merokok dengan presentase 40% sebagai perokok aktif yang terdiri atas 35% putra dan 5% putri. Dan berdasarkan pemantauan lanjutan dari para pelajar yang merokok itu sebanyak 25% Drop Out.
Kebiasaan merokok bagi para pelajar bermula karena kurangnya informasi dan kesalahpahaman informasi, termakan iklan atau terbujuk rayuan teman. Diperoleh dari hasil angket Yayasan Jantung Indonesia sebanyak 77% siswa merokok karena ditawari teman. Sehingga tanpa mereka sadari racun berlahan menggerogoti tubuhnya.
Bahaya merokok bagi pelajar diantaranya dapat meningkatkan resiko kanker paru-paru dan penyakit jantung di usia yang masih muda. Selain itu kesehatan kulit tiga kali lipat lebih beresiko terdapat keriput di sekitar mata dan mulut. Kulit akan menua sebelum waktunya atau biasa disebut penuaan dini.
Dari segi reproduksi, merokok di usia dini bisa menyebabkan impotensi dan mengurangi jumlah sperma pada pria dan mengurangi tingkat kesuburan pada wanita.
Jangan menganggap merokok bisa membantu menghilangkan stress saat ujian. Bukti medis menunjukkan bahwa merokok tidak menenangkan. Ini hanya efek sementara nikotin yang memberikan rasa tenang sesaat. Setelah itu jika sudah selesai merokok stress akan kembali lagi.
Tetapi jika kamu sudah merokok, carilah waktu untuk berhenti secepatnya dari kebiasaan buruk itu. Ingat semua efek buruk dari rokok karena bahaya merokok bagi pelajar jauh lebih fatal.
Mulai belajar hidup sehat dan teratur. Setahap demi setahap hilangkan kebiasaan buruk yang bisa menimbulkan bahaya kesehatan yang kronis. Siapa bilang hidup sehat itu sulit? Hidup tanpa rokok berarti hidup tanpa racun.
Bahaya Merokok Bagi Pelajar
Remaja cenderung memiliki rasa ingin tahu yang besar. Studi menunjukkan bahwa siswa lebih mungkin untuk merokok daripada orang dewasa. Apalagi berdasarkan hasil riset terbaru mengatakan bahwa remaja merokok setiap tahun semakin meningkat. Pada umumnya mereka mengaku sudah mulai merokok antara usia 9 hingga 12 tahun.
Saat ini terdapat 1.100 juta penghisap rokok di dunia yang 45% masih pelajar. Tahun 2025 diperkirakan akan bertambah hingga mencapai 1.640 juta remaja. Setiap tahunnya, diperkirakan 4 juta orang meninggal dunia karena kasus yang berhubungan dengan tembakau. Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1999, sekitar 250 juta anak-anak di dunia akan meninggal karena tembakau apabila konsumsi tembakau tidak dihentikan secepatnya.
Menurut survei di beberapa SMP di Jakarta, setiap siswa di sekolahnya mulai mengenal bahkan mencoba merokok dengan presentase 40% sebagai perokok aktif yang terdiri atas 35% putra dan 5% putri. Dan berdasarkan pemantauan lanjutan dari para pelajar yang merokok itu sebanyak 25% Drop Out.
Kebiasaan merokok bagi para pelajar bermula karena kurangnya informasi dan kesalahpahaman informasi, termakan iklan atau terbujuk rayuan teman. Diperoleh dari hasil angket Yayasan Jantung Indonesia sebanyak 77% siswa merokok karena ditawari teman. Sehingga tanpa mereka sadari racun berlahan menggerogoti tubuhnya.
Bahaya merokok bagi pelajar diantaranya dapat meningkatkan resiko kanker paru-paru dan penyakit jantung di usia yang masih muda. Selain itu kesehatan kulit tiga kali lipat lebih beresiko terdapat keriput di sekitar mata dan mulut. Kulit akan menua sebelum waktunya atau biasa disebut penuaan dini.
Dari segi reproduksi, merokok di usia dini bisa menyebabkan impotensi dan mengurangi jumlah sperma pada pria dan mengurangi tingkat kesuburan pada wanita.
Jangan menganggap merokok bisa membantu menghilangkan stress saat ujian. Bukti medis menunjukkan bahwa merokok tidak menenangkan. Ini hanya efek sementara nikotin yang memberikan rasa tenang sesaat. Setelah itu jika sudah selesai merokok stress akan kembali lagi.
Tetapi jika kamu sudah merokok, carilah waktu untuk berhenti secepatnya dari kebiasaan buruk itu. Ingat semua efek buruk dari rokok karena bahaya merokok bagi pelajar jauh lebih fatal.
Mulai belajar hidup sehat dan teratur. Setahap demi setahap hilangkan kebiasaan buruk yang bisa menimbulkan bahaya kesehatan yang kronis. Siapa bilang hidup sehat itu sulit? Hidup tanpa rokok berarti hidup tanpa racun.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar